Avatar: The Way of Water (2022) - Halah Film
DARI HUTAN PINDAH KE LAUT
--
Setelah 13 tahun dari film pertamanya, James Cameron akhirnya balik lagi dengan Avatar: The Way of Water. Kali ini ceritanya fokus ke Jake Sully yang sudah resmi hidup sebagai Na'vi bersama Neytiri dan anak-anak mereka. Hidup damai ternyata gak bertahan lama karena manusia kembali ke Pandora dengan ambisi baru. Musuh lama juga ikut muncul lagi, kali ini dalam bentuk baru, dan target utamanya jelas, yaitu keluarga Sully. Demi bertahan hidup, mereka harus meninggalkan hutan dan mencari rumah baru. Pilihannya jatuh ke wilayah laut, tempat suku Metkayina tinggal. Nah, di sinilah ceritanya jadi menarik. Keluarga Sully harus belajar cara hidup baru, beradaptasi dengan budaya Metkayina, sampai menyesuaikan diri dengan lingkungan laut yang, lagi-lagi, full of magic.
Hal yang paling bikin film ini kerasa "wah", lagi dan lagi, jelas visualnya. Adegan bawah air Pandora dieksekusi dengan detail yang gak main-main. Air, cahaya, gerakan makhluk laut, sampai ekspresi wajah karakter ketika menyelam. Semuanya kerasa real. James Cameron bener-bener memaksimalkan teknologi motion capture bawah air, yang lagi-lagi, bikin standar baru buat film blockbuster. Selain visual, film ini punya tema keluarga yang kuat. Dari awal sampai akhir, konflik keluarga jadi pusat cerita film ini. Peran ayah, persaingan adik-kakak, anak yang pengen diakui, sampai momen kehilangan. Kalu biasanya film sci-fi lebih menekankan aciton-nya, The Way of Water ngasih ruang buat drama keluarga yang bikin ceritanya kerasa lebih hangat. Ada sisi emosional yang bikin kita ikut kebawa dan bukan cuma action.
Dunia Pandora kali ini makin luas. Kalu dulu kita "jalan-jalan" di hutan, sekarang kita diajak nyebur ke laut. Suku Metkayina punya cara hidup unik, hubungan spiritual dengan laut, dan budaya yang kontras dengan suku hutan. Dari sinilah film ini menampilkan banyak adegan eksplorasi, mulai dari berenang, mengenal makhluk laut, sampai ritual khas mereka. Durasi film ini memang panjang, sekitar tiga jam lebih. Ada bagian yang kerasa santai banget, kayak jeda buat menikmati pemandangan. Buat sebagian orang mungkin kerasa lambat, tapi buat MinVan, ini semacam "me time" visual. Kesempatan buat tenggelam di atmosfer Pandora tanpa harus buru-buru dikejar plot. Begiut aksinya mulai pecah, pacingnya langsung naik, dan adegannya spektakuler.
Meski begitu, ada beberapa hal yang kerasa kurang nendang. Plotnya sebenernya sederhana, bahkan mirip pola film petama. Konflik manusia vs Na'vi, keluarga lari dari bahaya, lalu klimaks di final battle. Jadi dari sisi cerita, gak ada kejutan besar. Dialognya juga kadang terdegar klise, khas film blockbuster yang lebih menekankan drama visual. Beberapa karakter baru menarik, tapi sayangnya gak semua dapet porsi pengembangan yang memadai. Jadi ada momen di mana karakternya kerasa lebih sebagai rame-ramein film ini daripada bener-bener dapet character building/development yang bagus.
Bicara pencapaian, film ini jelas sukses besar. The Way of Water jadi film terlaris 2022 dan kini ada di posisi ketiga film terlaris sepanjang masa. Efek visualnya bikin film ini menang Oscar di kategori Best Visual Effect, dan masuk nominasi Best Pictures. Dulu MinVan nonton di IMAX 3D dan itu adalah sebuah pengalaman yang bikin MinVan cuma bisa bilang, "Wow!" Bisa dibilang, James Cameron, lagi dan lagi, berhasil membuktikan bahwa teknologi bisa jadi pengalaman sinema yang imersif dan bukan sekadar gimmick. Pandora versi laut sekaerang jadi salah satu dunia fiksi paling indah yang pernah ada di layar lebar.
Kesimpulannya, Avatar: The Way of Water adalah tontonan bagi kalian yang mau ngerasain visual yang bener-bener maskimal. Ceritanya ringan, tapi visual, atmosfer, dan pengalaman nonton di layar besar bikin film ini jadi salah satu blockbuster paling megah dalam beberapa tahun terakhir dalam hal visual. Halah approved!
4/5
---
INFORMATION:
Reviewer: VAN
Review Film: Avatar: The Way of Water
Studio: 20th Century Studios
Runtime: 3h 12m (192 min)
Age Rating: R13+
Platform/Release: Disney+ Hotstar
Years: 2022
Comments
Post a Comment