Stolen Girl (2025) - Halah Film


DRAMA PENCULIKAN YANG CUKUP BIKIN DEG-DEGAN

--

Inspired by a true story. Ceritanya dimulai dari momen paling gelap dalam hidup seorang ibu. Amina, putri kecil Maureen, tiba-tiba diculik sama mantan suaminya sendiri dan dibawa kabur ke luar negeri. Hari itu jadi awal perjalanan panjang hidup Maureen. Ia ngehabisin hari-harinya dengan rasa bersalah, rasa hampa, dan ketakutan yang terus ada. Keliatan banget bagaimana film ini langsung ngasih emosi sejak menit awal, seakan ngajak kita untuk ikut ngerasain napas sesak seorang ibu yang anaknya direnggut begitu saja.

Sejak awal, film ini udah ngehadirin vibe thriller keluarga yang kuat, terutama soal penculikan anak. Premis pencarian lintas negara ngebikin cerita film ini kerasa “besar” dan gak cuma muter-muter di satu kota tok. Keputusan Maureen buat nekat ngejar anaknya sendiri ke berbagai tempat nun jauh... ditemenin investigasi ala tim pencari anak internasional, sukses jadi tulang punggung cerita yang intens dan emosional di saat yang bersamaan. Ketegangan dan rasa harapan itu naik turun, bikin MinVan cukup deg-degan.


Kate Beckinsale sebagai Maureen tampil cukup solid. Ia membawakan karakter seorang ibu yang hatinya luka. Ekspresi wajahnya kelihatan lelah, rapuh, tapi tetep ada bara semangat di matanya. Bukan yang dramatis sampai lebay, tetapi pas dan kerasa real. Film ini juga cukup ciamik dalam ngebangun atmosfer pencariannya. Visualnya kelam tapi tetap enak dipandang, ditambah beberapa momen yang bisa nyundul rasa cemas kita. Jadi ketika Maureen ngejar serpihan informasi kecil, kita juga jadi ikut bersimpati.

Di pertengahan film, ritmenya sempat melambat. Ada beberapa bagian yang kerasa kayak template standar film penculikan, jadi dinamika tegangnya gak selalu nancep. Ada adegan-adegan investigasi yang yaudah sekadar lewat aja. MinVan sempat mbatin, “Ini kapan, ya, ada suatu hal yang bikin nendang gitu?” Walaupun masih tegang, tapi ada porsi tertentu yang bikin nyesel karena potensinya tampak besar, tapi eksekusinya biasa aja. Beruntung, film ini tidak berlarut-larut di fase itu.


Masuk menjelang akhir, sekitar 15 menit terakhir, film ini akhirnya nyulut lagi ke inti ceritanya. Klimaksnya cukup memuaskan dan kita dapet payoff yang layak setelah ngikutin perjalanan panjang Maureen. Emosinya kembali diangkat. Adegannya bukan yang super heboh kayak film action, tapi tekanan psikologisnya kerasa dan itu yang bikin nyesek sekaligus nagih.

Sayangnya, beberapa keputusan karakter tetap terasa kurang masuk akal. Misalnya adegan seorang ibu yang nyantai aja ngebiarin anaknya tidur di rumah temen yang baru kenal. Rasanya kayak, “Halo? Ini film penculikan lho.” Selain itu, tokoh-tokoh pendukung dan subplot lain kurang digarap mendalam, jadi impact-nya agak hambar. Padahal kalau lebih diolah, mungkin bisa bikin emosi kita makin terlibat. Meski begitu, secara keseluruhan film ini masih mampu menjaga rasa deg-degan sampai selesai.

Kesimpulannya, Stolen Girl nawarin tontonan thriller keluarga yang cukup solid. Ada drama, ada action, ada mystery, dan ditambah dengan sentuhan emosional yang cukup nempel di benak setelah nonton. Ceritanya gampang buat dicerna, tapi template penculikannya yang bikin terlalu familiar dan bisa bikin ngerasa “udah pernah liat sebelumnya”. Memang gak selalu nyala dari awal sampai akhir, tapi klimaksnya cukup oke dan cukup bikin deg-degan. Halah!

3/5

---

INFORMATION:

Reviewer: VAN

Review Film: Stolen Girl

Studio: WWPS, Voltage Pictures

Runtime: 1h 45m (105 min)

Age Rating: R13+

Release Date: 22 October

Years: 2025

Comments

FILM PALING ASIK!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) - Halah Film

One Battle After Another (2025) - Halah Film

Summer Pocket (2025) - Halah Anime