The Toxic Avenger (2023) - Halah Film


MUTAN, MOP, DAN KEJUJURAN SEBUAH B-MOVIE

--

The Toxic Avenger (2023) adalah versi baru dari film cult tahun 1984 dengan judul yang sama karya Troma Entertainment. Sutradara Macon Blair buat remake ini bukan sebagai adaptasi atau penyegaran yang "cari aman", tapi sebagai penghormatan yang penuh darah terhadap film aslinya. Film ini ngikutin kisah Winston Gooze, diperanin Peter Dinklage, seorang petugas kebersihan di perusahaan limbah beracun bernama Garb-X. Winston adalah sosok sederhana yang menjalani hidup seadanya, hingga suatu hari ia mengalami kecelakaan kimia yang mengubah tubuhnya jadi mutan hijau dengan kekuatan super. Dari titik itu, Winston sekarang dikenal sebagai “The Toxic Avenger” atau “Toxie”. Dia memutuskan untuk melawan keserakahan perusahaan dan kejahatan yang menghancurkan komunitasnya.

Film ini punya feel yang unik. Kasar, jujur, tapi juga tahu diri. Blair gak berusaha membuat versi “serius” ala Marvel, tapi justru dibikin absurd. Efek praktikal, darah yang berceceran, dan visual campuran CGI menciptakan rasa nonton film yang sengaja berantakan tapi menghibur. Setiap adegan kayak tahu itu konyol, tapi memang begitulah ceritanya film ini. Menariknya, di tengah semua kekonyolan, masih ada ruang buat sisi emosionalnya. Hubungan Winston dengan anak tirinya, serta perjuangannya melawan penyakit terminal sebelum jadi mutan, ngasih sedikit kedalaman yang membuat film ini gak kerasa kosong.


Secara tone, The Toxic Avenger kerasa seperti B-movie yang tahu dirinya B-movie. Humor gelapnya tajam tapi gak dibuat-buat, sementara temanya nyentil realitas sosial tentang ketimpangan dan kerakusan korporat tanpa harus jadi ceramah. Penampilan Peter Dinklage jadi jantung film ini. Ia bisa membuat karakter mutan absurd itu tetap punya sisi manusiawi. Kevin Bacon juga tampil sebagai villain utama, dan Elijah Wood nambah warna lewat karakter yang ngingetin MinVan sama gaya film horor era 80-an. Semua pemerannya keliatan enjoying the chaos, dan hasilnya adalah film yang kerasa cukup hidup meski tampilannya “kotor”.

Dari sisi teknis, film ini memang bukan buat semua orang. Beberapa penonton mungkin akan terganggu sama humor vulgarnya, darah berlebihan alias gore, atau efek visual yang kerasa “murah.” Tapi di situlah daya tariknya. Blair tahu apa yang ingin ia buat. Sebuah penghormatan terhadap era exploited film dan gore yang dulu membesarkan nama Troma. Ia gak berusaha menutupi kekurangan produksinya, justru menjadikannya bagian dari gaya. Soundtrack dan desain produksinya pun ikut memperkuat nuansa retronya, sekaligus ngasih napas baru pada dunia Toxic Avenger.


The Toxic Avenger versi 2023 gak akan menang penghargaan besar, tapi ia gak diciptakan buat itu. Film ini adalah hiburan yang sadar diri, absurd, brutal, tapi tulus. Film ini gak menipu penontonnya dengan janji ceritanya bakal bagus, tapi hanya pengen penontonnya bersenang-senang dengan kekacauan yang ada. Film kayak gini di momen "superhero fatigue" udah cukup jadi sesuatu yang seger.

Kesimpulannya, The Toxic Avenger berhasil jadi remake yang tahu dirinya mau ke mana. Ia gak berusaha menyaingi Marvel atau DC, tapi berdiri di jalannya sendiri. Nyeleneh, kasar, tapi jujur dan menghibur. Halah!

3,5/5

---

INFORMATION:

Reviewer: VAN

Review Film: The Toxic Avenger

Studio: Legendary Entertainment

Runtime: 1h 42m (102 min)

Age Rating: D17+

Release Date: 22 October 2025

Years: 2023

Comments

FILM PALING ASIK!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) - Halah Film

One Battle After Another (2025) - Halah Film

Summer Pocket (2025) - Halah Anime