Legenda Kelam Malin Kundang [sMOTHERed] (2025) - Halah Film


"BAHKAN BATU PUN PUNYA INGATAN."

--

SANGAT KELAM! MinVan minta maaf kalau review film ini baru di-upload sekarang. Jujur, saking kelam dan disturbing-nya pengalaman nonton ini, MinVan butuh waktu empat hari buat bener-bener “sembuh” dan ngumpulin nyawa lagi sebelum bisa nulis ini. Dengan genre drama/misteri, di film ini kita diajak nyusun puzzle dengan tekanan batin yang luar biasa. Ceritanya, Alif (Rio Dewanto), pelukis micro painting baru aja kecelakaan. Tiba-tiba, datang seorang perempuan yang ngaku ibunya, padahal Alif udah 18 tahun ninggalin rumah dan lupa wajah ibunya kayak apa. Premisnya kedenger simpel, tapi eksekusinya mind-blowing.


Film ini pake alur linear-non-linear karena ada banyak scene flashback. Sekarang, timbul pertanyaan: itu scene apa, gimana, dan ke mana film ini dibawa? Satu per satu puzzle tadi terjawab seiring film. Namun, MinVan harus akui, kita perlu sabar buat ngikutin ceritanya buat dapet gong di-ending. Film ini dibuka dengan quote “Bahkan batu pun punya ingatan”, sangat Malin Kundang banget, bukan? Well... yang ini bukan kayak cerita yang kita kenal. Sepanjang durasi 99 menit, kita gak dikasih napas. Atmosfernya disturbing karena ada tekanan psikologis yang dibangun pelan-pelan.


Detail visualnya juara banget, apalagi pas shot-shot lukisan micro painting si Alif. Ngomongin soal teknis, duo sutradara debut, Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat, berhasil memvisualisasikan naskahnya (yang ditulis bareng Joko Anwar dan Aline Djayakusuma, BTW) dengan cara yang engaging. Tone warnanya suram dan pakai natural lighting. Estetik! Aktingnya Rio Dewanto dan Faradina Mufti (Nadine, istri Alif) juga mendukung mood filmnya. Oh iya, buat yang jeli, seperti biasa... ada Jokan, ada juga easter egg-nya. Welcome to Jokan Cinematic Universe!


Namun, ada catetan kecil. Scene flashback-nya tadi, jujur, MinVan suka-suka aja karena nambah konteks, tapi lama-lama sedikit kerasa repetitif. Selain itu, karena ini core-nya adalah drama/misteri + psikologis, MinVan gak expect bakal ada elemen horor dan jumpscare di beberapa titik. Dan kayaknya itu sedikit gak perlu deh. BTW, kalian udah nonton Modus Anomali, Kala, dan Pintu Terlarang? Sip. Karena kita tahu ini Jokan Universe, dan dengan adanya film-film tadi, MinVan ngerasa spesialnya film ini sedikit berkurang karena formulanya mulai terbaca. Namun, MinVan gak expect juga kalau film ini bakal dibuat kayak gini dan MinVan kangen sama ending yang kayak gini. Josss!


Kesimpulannya, Legenda Kelam Malin Kundang (sMOTHERed) berbicara soal trauma. Film ini adalah studi semiotika (kalau yang nulis MinWah) yang bener-bener kelam. “Kutukan jadi batu” di sini diinterpretasikan ulang jadi “Ingatan dan psikologis yang membatu”, ditambah, Alif juga “membatu” saat faktanya terungkap. Shot-shot lukisan micro painting tadi juga jadi simbol kalau Alif sibuk natap hal kecil daripada natap fakta sebenarnya (makro). Pesan moralnya adalah trauma itu looping, kata temen MinVan, dan satu-satunya cara buat menghilangkan trauma adalah dengan kecelakaan seperti yang dialami Alif. Film ini berhasil bikin MinVan stres, merenung, hampa, dan pengen diskusi sinema pas keluar bioskop. Trauma apa? Fakta apa? Bingung? Tonton sendiri di bioskop. Ingat: NO SPOILER! Halah approved!

4/5

---

INFORMATION:
Reviewer: VAN
Review Film: Legenda Kelam Malin Kundang (sMOTHERed)
Studio: Come and See Pictures, Rapi Films, Legacy Pictures
Runtime: 1h 39m (99 min)
Age Rating: D17+
Release Date: 27 November
Release Years: 2025

Comments

FILM PALING ASIK!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) - Halah Film

One Battle After Another (2025) - Halah Film

Summer Pocket (2025) - Halah Anime