Si Paling Aktor (2025) - Halah Film
FIGURAN YANG JADI "PAHLAWAN"
--
Kami nonton film ini karena ditawarin voucer nonton di bioskop. Kebetulan hari ini agenda kami kosong, jadi ya, why not? Keputusan nonton ini sebenernya impulsif banget. Gak direncanain sama sekali dan jujur, gak masuk watchlist kami. Tapi ternyata keputusan spontan tadi berujung cukup menyenangkan. Film ini tuh kayak hiburan yang dateng di waktu yang cukup pas juga. Kerasa ringan tapi tetap masih punya nyawa.
Ceritanya tentang Gilang (Jourdy Pranata), seorang figuran yang udah lama banget berjuang di dunia film tapi gak pernah naik kelas jadi pemeran utama. Suatu hari, dia malah keseret ke situasi kacau gara-gara salah penculikan di lokasi syuting. Dari situ, hidupnya berubah total, dan kita diajak liat gimana orang “biasa” bisa punya momen jadi luar biasa. Secara konsep dan premis, kalian tau film ini ngingetin kami sama film apa? Yep, The Fall Guy (2024)! Sama-sama ngangkat dunia di balik layar industri film dan nyorot sosok yang biasanya gak jadi pusat perhatian. Bahkan posternya pun somehow feels familiar.
Bedanya, kalau The Fall Guy lebih bombastis sama action dan stunts-nya, film ini lebih kalem, me-lokal, dan punya sentuhan emosi yang khas kita banget, Indonesia. Ada banyak scene lucu, tapi kalo KEBANYAKAN juga kadang jadi masalah. Yang tadinya, “Ha-ha-ha!” cuma jadi, “ha-ha” atau, “he-he”. Beberapa punchline kerasa diulang atau muncul di momen yang sebenernya udah cukup lucu tanpa perlu ditambah lagi. Untungnya, Jourdy Pranata tampil natural dan berhasil ngejaga ritme filmnya. Gak over, tapi tetap dapet emosinya.
Chemistry-nya sama pemain lain juga jalan, bikin filmnya kerasa hidup dan gak garing. Memang, kalau mau jujur, alurnya lumayan ketebak. Beberapa bagian kerasa kayak, “Oh, ini pasti bakal begini,” dan bener aja bakal begitu. Tapi anehnya justru itu yang bikin nyaman. Film ini gak sok-sokan pengen jadi berat atau filosofis, tapi tetap punya makna tentang perjuangan dan pengakuan diri. Secara teknis, sinematografinya bersih, editing-nya rapi, dan tone-nya cocok buat genre drama-komedi dengan sedikit sentuhan action.
Kesimpulannya, Si Paling Aktor adalah sebuah tontonan yang ringan tapi tetap punya rasa. Cocok buat yang lagi butuh hiburan tanpa mikir berat, tapi tetap pengen dapet pesan hidup yang hangat. Si Paling Aktor bukan film yang revolusioner, tapi film ini jelas menghibur dan relatable banget, terutama buat siapa pun yang pernah ngerasa jadi “figuran” dalam hidupnya sendiri. Oh, iya. Itu di bagian credit-nya cuma MinVan yang ngerasa kayak AI atau gimana, ya? Maaf kalau bukan. Soundtrack-nya yang sekarang kalian denger ini juga demikian. Tapi kalau bukan, maaf jujur, kureng. Hehe. Selebihnya halah!
3,5/5
---
INFORMATION:
Reviewer: WAH & VAN
Review Film: Si Paling Aktor
Studio: MD Pictures
Runtime: 1h 32m (92 min)
Age Rating: R13+
Release Date: 30 October
Years: 2025
Comments
Post a Comment