The Running Man (2025) - Halah Film
REALITY SHOW SH*T
--
Hari Rabu, seperti biasa... saatnya MinVan ke bioskop. Kali ini MinVan diajak lari-lari sama film yang satu ini. Dari adaptasi novel karya Stephen King... yep, lagi-lagi beliau. Setelah September kemarin The Long Walk diadaptasi jadi film dan Oktober kemarin It: Welcome to Derry tayang di HBO Max, sekarang giliran film ini. MinVan curiga ke depannya bakal ada minimal satu film atau serial per bulan yang diadaptasi dari novelnya Stephen King saking banyaknya. Dan udah ada juga beberapa versi film ini, termasuk versinya Arnold Schwarzenegger tahun 1987.
Anyway~ film ini bercerita tentang Ben Richards (Glen Powell) yang ikut acara TV yang namanya "The Running Man" demi menyelamatkan putrinya yang sakit. Naluri survive-nya ngebuat dia jadi kontestan favorit di acara tersebut. Namun, saat popularitasnya naik, ancamannya juga ikut naik. Kira-kira begitu premis film ini tanpa ngasih spoiler. Dengan durasi 2 jam 13 menit, gak butuh waktu lama buat film ini bikin ngos-ngosan.
Richards di sini digambarkan sebagai karakter yang putus asa dan gampang marah. Banyak momen di mana aktingnya Glen Powell itu kerasa banget marahnya dan tekadnya buat menangin The Running Man itu bikin kita gampang buat ngedukung dia. Glen Powell juga salah satu alasan utama kenapa MinVan nonton film ini hehe. BTW, film ini disutradarai sama Edgar Wright. Beliau memang terkenal sama visualnya yang cepat sama pemilihan soundtrack-nya yang pas buat mood filmnya.
Contohnya, ya, Scott Pilgrim vs. the World (2010), Baby Driver (2017), Last Night in Soho (2021), dan lain sebagainya. Apakah hal tersebut masih diterapkan dalam film ini? Tentu saja. MinVan salut sama Edgar Wright bisa mengadaptasi latar cerita tentang kehidupan dan hiburan. Apalagi sekarang generasi kita semakin terbiasa sama hiburan real-life reality show dan media sosial. Seakan-akan latarnya bisa pas gitu.
Bicara soal latar, kita tahu kalau banyak dari novelnya Stephen King itu ada di universe yang sama. Dan MinVan suka cara mereka ngebuat film ini ngasih tau hal tersebut lewat beberapa easter egg-nya. Overall, dari segi pacing, acting, visual, dan soundtrack... good. NAMUN, film ini punya kekurangan yang bikin MinVan bingung mau ngasih rating berapa. Struktur ceritanya itu aslinya udah oke, tapi klimaksnya kureng. MinVan gak mau spoiler.
Nah, klimaksnya tadi bikin beberapa ide bagus yang udah ke-set-up sepanjang film jadi kerasa b lagi. Terus, elemen ceritanya juga berpotensi dalem, contohnya manipulasi media, kritik terhadap media massa dan hiburan, serta perbedaan kelas sosial (kok sama kayak di Konoha?). Ketiganya kerasa "diangkat" tapi gak selalu terpadukan dengan mulus. Untungnya, hal-hal satire yang ada di film ini bisa jadi obat yang diselipin lewat komedi-komedinya.
Kesimpulannya, kekurangan tadi gak bikin MinVan nganggep film ini jelek, justru MinVan cukup enjoy sama film ini. The Running Man versi Edgar Wright ini jadi tontonan yang cukup solid dan bikin ngos-ngosan lewat "action-binge"-nya yang dar-der-dor, visualnya yang cepat, dan sentuhan satire media massa khas Stephen King. Sebuah film yang elemen "fun-ride"-nya kuat dari awal sampai akhir. Kalau kalian cari film yang pure buat hiburan dengan dosis action tinggi, The Running Man ini jawabannya. Halah! Jadinya, MinVan rate...
3,5/5
---
INFORMATION:
Reviewer: VAN
Review Film: The Running Man
Studio: Paramount Pictures
Runtime: 2h 13m (133 min)
Age Rating: D17+
Release Date: 12 November
Years: 2025
Reviewer: VAN
Review Film: The Running Man
Studio: Paramount Pictures
Runtime: 2h 13m (133 min)
Age Rating: D17+
Release Date: 12 November
Years: 2025
Comments
Post a Comment