Wicked (2024) - Halah Film


PENGALAMAN MUSIKAL YANG "MENYIHIR"

--

Tahun lalu, pas pertama kali MinVan tau info tentang film ini... jujur, MinVan pengen film ini jelek. Perlu kalian tau, MinVan BIASANYA gak suka film musikal. Memang, ada beberapa film musikal yang MinVan suka banget. Mungkin kapan-kapan MinVan coba buat postingan tentang film musikal terbaik versi MinVan. Namun, entah kenapa... apalagi beberapa tahun belakangan ini, MinVan males nonton film musikal. Mungkin karena emang, ya, cerita dan feels-nya itu gak se-immersive itu... terutama yang salju-salju kemarin. Namun, untuk film yang satu ini... setelah MinVan dulu nyoba nonton, duar!


Wicked ternyata bener-bener bisa menyihir MinVan. Elphaba (Cynthia Erivo) dan Glinda (Ariana Grande). Mampus kurang apa lagi itu coba?! Suaranya Cynthia bener-bener super powerful dan Ariana nunjukin kalo dia bisa lebih dari sekadar pop singer. Production design-nya, kostumnya, skenarionya, semuanya dirancang dengan level yang layak dibilang “besar dan megah” buat sebuah adaptasi musikal layar lebar. Warna dunia Oz-nya juga keliatan magis dan memanjakan mata. Dancing through life~


Ceritanya sendiri tentang dua penyihir, Glinda dan Elphaba, dengan kepribadian yang beda banget. Glinda itu tipe yang populer, istimewa, ambis, dan pick-me. Sementara, Elphaba sering diremehin cuma karena kulitnya ijo. Mereka ketemu di Universitas Shiz dan mulai sahabatan di sana. Ini yang jadi fondasi utama ceritanya. Emosi di antara karakternya pun bener-bener kerasa. Jadi, bukan dominan emosi atau musikalnya, keduanya pas. Inilah yang bikin MinVan bilang, “Akhirnya, film musikal yang bagus lagi.” Cerita pertemanan mereka ini kerasa tulus dan engaging. Scene-scene di kampus Shiz tadi punya emosi yang cukup dalem.



Yang bikin MinVan makin betah adalah gimana film ini ngasih ruang buat karakter-karakter lain tampil tanpa ngegeser spotlight utamanya. Prince Fiyero misalnya, dia tampil dengan pesona yang effortless, kayak tipe cowok kampus yang awalnya sok santai, tapi lama-lama punya sisi lembut yang bikin, "Oalah, ternyata dia gitu tho." Bahkan karakter pendukung kayak Madame Morrible dan The Wizard punya peran cukup signifikan dalam ngebentuk konflik besar ceritanya. Ini yang bikin dunianya diverse dan gak cuma jadi backdrop visual tok. Jadi, lingkungan di dunia Oz ini ngaruh sama setiap keputusan karakternya.


Selain itu, musikalnya juga punya emotional weight yang kuat. Lagu yang dinyanyiin Elphaba itu sebenernya juga jadi pernyataan identitasnya, "ini aku dan aku gak minta maaf soal itu." MinVan juga suka gimana film ini ngemas perjalanan self-acceptance Elphaba. Natural, pelan, dan dalam. Visualnya ikut nambahin kekuatan ceritanya, tjakep! Semua elemen itu nge-blend dan bikin emosinya naik turun dengan stabil.


NAMUN, seperti biasa, sebagus-bagusnya film, pasti ada kekurangannya. Pertama, durasinya panjang banget (2 jam 40 menit), mungkin kerasa cukup bosenin kalo mood-nya gak pas. Terus, script-nya kadang kerasa berat pas nyoba masukin tema serius kayak bullying dan diskriminasi ke dalam spektakel film musikal. Beberapa  CGI dan transisinya juga kurang konsisten sama practical set-nya dan kurang mulus, tapi ini minor banget dan gak ganggu cerita.


Kesimpulannya, Wicked adalah salah satu adaptasi musikal modern yang bagus dan sebuah pengalaman menonton yang menyenangkan. Skalanya megah, suaranya luar biasa, cerita persahabatannya menyentuh, dan visual serta koreografinya memanjakan mata. Meskipun ada momen-momen yang pacing-nya kurang, tapi perasaan seneng, terkesan, dan puasnya itu masih ada. Dengan durasi yang panjang banget, nontonnya dinikmati aja... pake hati. Kalau kalian suka sama film musikal, film ini bisa jadi tontonan yang oke. Halah approved! Silakan nonton sekalian buat persiapan nonton Wicked: For Good, 19 November besok. To be continued...

4/5

---

INFORMATION:
Reviewer: VAN
Review Film: Wicked: Part I
Studio: Universal Pictures
Runtime: 2h 40m (160 min)
Age Rating: SU (Semua Umur)
Re-Release Date: 14 November 2025
Original Release Years: 2024

Comments

FILM PALING ASIK!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) - Halah Film

One Battle After Another (2025) - Halah Film

Summer Pocket (2025) - Halah Anime