Mercy (2026) - Halah Film
#HALAHAMPUNNN
--
Ini adalah sebuah film Crime/Sci-Fi yang ditulis sama Marco van Belle dan disutradarai sama Timur Bekmambetov (nanti kita balik ke beliau). Premisnya cuma empat kata: sistem pengadilan berbasis AI. Nah, sistemnya ini disebut Mercy Program. Kalau ada terdakwa yang dianggep bersalah, dia bakal langsung diadili oleh Judge Maddox (Rebecca Ferguson), sebuah AI supercanggih yang ngerangkap jadi hakim, dewan juri, sekaligus executioner-nya. Suatu hari, Detective Chris Raven (Chris Pratt) dituduh ngebunuh istrinya. Dibawalah Det. Raven buat diadili. Dia duduk dikursi eksekusi dan dikasih waktu selama 90 menit buat ngebuktiin kalau dirinya gak bersalah.
Konsepnya sebenernya solid dan sangat relevan sama kecemasan zaman sekarang soal teknologi dan kontrol-mengontrol. Masalahnya, film ini bermasalah dari awal, yaitu eksekusi ceritanya. Jujur, filmnya kerasa dingin dan kaku banget. MinVan nangkepnya film ini mau dibuat kayak misteri detektif gitu, tapi entah kenapa gak worked aja buat MinVan. Filmnya terus-terusan pakai visual futuristik dan format digital screen (setting-nya di 2029, BTW), tapi ritmenya lambat banget. MinVan lebih sering sadar kalau lagi nonton film ketimbang immersed.
Chris Pratt sama Rebeca Fergusson MinVan akui fine-fine aja, bahkan tampil lumayan secara teknis. Aktingnya juga masih keliatan profesional. Yang MinVan sayangkan adalah visualnya tadi. Gara-gara visualnya (dan sinematografinya) terlalu flat, mereka berdua ini cuma kayak adu dialog sambil mogging di layar hampir satu setengah jam full! Kayak memenya front row seat. Terus sayangnya, performance mereka yang masih oke tadi, gak diimbangi sama penulisannya. Very lack of emotions, bruh... Sidangnya kayak presentasi kuliah. Rasanya panjaaanng banget dan itu minim impact. Padahal 98% film ini isinya sidang semua wkwkwk.
Menurut MinVan, ini tipikal film yang kayaknya cocok ditonton pas era pandemi kemarin alias cuma buat sekadar killing time. Dialognya banyak, ruangnya terbatas (cuma di courtroom sama lobi, lainnya dari arsip video footage, telepon, dan video call), serta konfliknya, intense-nya “jalan di tempat, grak” dan “maju satu langkah, jalan”. Jujur aja, bagian paling konsisten dari film ini adalah timer-nya, karena MinVan jadi tau berapa lama lagi harus duduk wkkwwk, sorry! Terakhir, balik ke Timur Bekmambetov, beliau adalah salah satu produser di balik masterpiece War of the Worlds (2025). ;D
Kesimpulannya, Mercy adalah proyek film yang salah diambil sama Timur Bekmambetov. Namun, jangan salah, loh! Beliau ini yang nge-direct Wanted (2008), Day Watch (2006), dan Profile (2018). Masih lumayan bagus itu! Tapi, ya, apa boleh buat? Mercy gagal ngemaksimalin premis yang sebenernya menarik. Film ini malah kerasa kayak film eksperimen yang terlalu percaya sama konsepnya dan sampai-sampai lupa soal ngebangun emosi penontonnya. Jual nama Chis Pratt sama Rebecca Ferguson tok kayaknya, tapi payoff-nya hambar dan ending-nya sangat kurang memuaskan. Untung harga tiketnya murah hehe. Maaf sekali lagi, ini adalah film yang #HalahAmpunnn!
2/5
---
INFORMATION:
Reviewed by MINVAN
Review Film: Mercy
Producers: Robert Amidon, Timur Bekmambetov, Majd Nassif
Director: Timur Bekmambetov
Writer: Marco van Belle
Production Companies: Columbia Pictures
Cast: Chris Pratt, Rebecca Ferguson, Kali Reis
Genre: Crime, Sci-Fi
Runtime: 1h 40m (100 min)
Age Rating: R13+
Release Date: 21 Januari 2026
Original Release Year: 2026
Comments
Post a Comment