Kokuho (2025) - Halah Film


SINEMA

--

MinVan gak bisa berkata-kata, tapi harus review. MinVan gak tau apa-apa tentang dunia seni Kabuki. MinVan cuma tau Japanese “Yooo” meme sound effect. Sampai MinVan nonton film ini... Habis selesai nonton, MinVan rasanya kayak baru buka pintu ke sebuah seni yang selama ini harusnya MinVan udah tau dari dulu. Film ini akan ngebawa kita ngikutin perjalanan panjang Kikuo Tachibana (Ryo Yoshizawa), seorang anak dari latar belakang Yakuza yang nemuin jalannya di dunia teater tradisional Jepang. Filmnya pelan alias slowburn, tapi setiap stage perjalanannya kerasa disengaja dan biar punya bobot emosional.


Durasi 175 menit mungkin kedengeran berat di awal, tapi ritmenya ngebuat MinVan tetap engaged. Ada momen sunyi, konflik personal, serta rivalitas yang diceritakan dengan sangat brilian, dan semuanya dibangun secara bertahap. Ada juga banyak momen di mana MinVan udah ngambil popcorn, tapi gak langsung MinVan makan. Ketahan lama di tangan. MinVan ngerasa kayak lagi nonton evolusi seorang seniman, bukan sekadar cerita naik-turunnya para karakter. Vibe-nya kerasa epic, tapi tetap intimate. Semua elemen dalam film ini sangat indah!


Yang paling menarik buat MinVan adalah gimana film ini ngasih lihat bahwa Kabuki bukan hanya sebagai pertunjukan atau show semata, tapi sebagai disiplin hidup. Proses latihan, dedikasi sama peran-perannya, dan tuntutan tradisi juga ngasih layer tambahan di drama yang ditampilin. Sebagai penonton awam, MinVan jadi lebih paham kenapa seni tradisional bisa kerasa sakral dan berat sekaligus indah. Dua kata itu yang muncul di kepala MinVan setelah credit roll-nya selesai. Sakral dan indah. Kombinasi yang kerasa kayak esensi sinema itu sendiri. Ada harga yang harus dibayar buat mencapai puncak seni.


Secara teknis, film ini punya visual yang sangat kuat dan staging panggungnya kerasa immersive, termasuk sinematografi, komposisi frame, dan production design-nya yang sangat-sangat mendetail. Film ini juga ngasih penjelasan tentang apa makna dari setiap pertunjukan Kabuki-nya, jadi kita bisa memahami konteks emosional dan tradisinya. Semuanya saling mendukung dan ngebuat peribadahan sinema ini jadi utuh. Akting dari para aktor pun juga gak usah diragukan lagi karena film ini memang pure 100% tentang akting. Masterpiece!


Kesimpulannya, Kokuho jadi salah satu film berdurasi panjang yang paling berkesan dan rewarding buat MinVan dalam beberapa waktu terakhir. Slowburn-nya kerasa tepat karena ngasih ruang bagi karakter dan tradisinya berkembang dengan sangat mateng. Film ini bener-bener ngajak kita ngikutin perjalanan seorang seniman dari waktu ke waktu, kerasa kayak surat cinta untuk seni tradisional sekaligus refleksi tentang ambisi, pengorbanan, dan identitas. Sejauh ini, Kokuho jadi film terbaik yang MinVan tonton di tahun 2026, dan honestly jadi 3 jam paling worth it di bioskop sejak Oppenheimer. SINEMA! Wajib kudu banget nonton!

5/5

---

INFORMATION:
Reviewed by MINVAN
Review Film: Kokuho
Producers: Hiroyuki Araki, Minami Ichikawa
Director: Sang-il Lee
Writer: Satoko Okudera, Shuichi Yoshida
Production Companies: CREDEUS
Cast: Ryo Yoshizawa, Ryusei Yokohama, Mitsuki Takahata
Genre: Drama
Runtime: 2h 55m (175 min)
Age Rating: D17+
Release Date: 18 Februari 2026
Original Release Year: 2025

Comments

FILM PALING ASIK!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) - Halah Film

One Battle After Another (2025) - Halah Film

Summer Pocket (2025) - Halah Anime