The Bride! (2026) - Halah Film
WHEN SHE FINALLY SPEAKS
--
Beberapa hari lalu MinVan nonton Hamnet (2025), dan sejak itu perhatian MinVan masih stay di Jessie Buckley. Jadi ketika MinVan lihat dia main di film ini sama Christian Bale, MinVan menyempatkan diri untuk nonton. Film ini ngambil inspirasi dari mitologi Frankenstein karya Mary Shelley dan juga dari film klasik Bride of Frankenstein (1935). Di versi klasik tersebut, karakter Bride cuma muncul sebentar dan hampir gak punya dialog, seolah cuma ada sebagai figur yang diciptain terus udah. Versi 2026 ini kerasa ngasih jawaban atas hal itu. Jessie Buckley meranin tiga karakter sekaligus: Mary Shelley, seorang perempuan muda bernama Ida yang dibunuh, dan The Bride yang kemudian dihidupin lagi dari tubuh Ida.
Struktur ini ngebuat filmnya kayak dialog antara pencipta, korban, dan ciptaan. Cara Bride ngomong pun juga kerasa gak stabil dan kadang meledak-ledak. MinVan sempat ngira kalau dia punya Tourette, tapi filmnya gak pernah menyatakan hal tersebut secara langsung. MinVan justru nangkepnya sebagai metafora tentang perempuan yang akhirnya punya suara setelah lama dibungkam, suara yang mentah, gak rapi, dan sulit dikontrol oleh dunia yang sebelumnya menekan mereka. MinVan juga kaget ternyata struktur ceritanya juga dibangun kayak detective/mystery. Dan dari awal, film ini pun gak ngejelasin apa yang sebenernya terjadi.
Informasi tentang Ida, Bride, dan kaitannya dengan Mary Shelley dibuka sedikit demi sedikit. Sebagai penonton, MinVan ngerasa sedang ngikutin serangkaian clue, nyusun puzzle sampai akhirnya beberapa layer cerita yang mulai jelas mendekati bagian ending-nya. Dari sisi performance, Jessie Buckley dan Christian Bale ngasih performa yang bener-bener kuat di film ini. Buckley ngebuat tiga karakter yang ia peranin kerasa beda secara emosional, dan Bale ngasih Frankenstein yang tragis dan kesepian. Secara visual, film ini juga cukup stylish dengan atmosfer gothic yang konsisten. Di sisi lain, ceritanya menurut MinVan masih kerasa sedikit kurang gigit untuk film kedua Maggie Gyllenhaal sebagai writer-director.
Ide dan simbolismenya banyak, tapi gak semuanya nyambung dengan mulus. Ada beberapa bagian yang kerasa kurang nendang, soalnya film ini kelihatan punya banyak hal yang pengen disampein sekaligus, tentang identitas, pencipta dan ciptaan, serta tentang perempuan yang selama ini cuma hadir sebagai figur di cerita orang lain. Kadang semua ide itu keliatan numpuk, sehingga alur ceritanya sedikit hilang fokus di beberapa part. MinVan juga sempat ngerasa kalau film ini lebih kuat di konsep dibandingin eksekusi naratifnya. Namun, MinVan mikir kalau film ini sebenernya yang pengen dicapai sama Joker 2: gelap & sangat teatrikal!
Kesimpulannya, The Bride! nawarin reinterpretasi yang cukup berani terhadap legenda Frankenstein dengan fokus pada suara perempuan yang selama ini gak terdengar. Pendekatan lewat tiga karakter yang diperanin Jessie Buckley ngasih layer makna yang menarik tentang pencipta, korban, dan identitas. Performa akting jelas jadi kekuatan utama film ini. Ceritanya sendiri kerasa sedikit underwhelming dibanding ambisi tematiknya, tapi atmosfer dan pendekatan kreatifnya tetap ngebuat pengalaman nontonnya kerasa unik, ya, walaupun adegan yang di-cut agak lumayan juga wkwkwk. The Bride! menurut MinVan tetap film yang bagus. Hanya saja keberaniannya bereksperimen kadang bikin ceritanya kerasa kurang stabil. Halah!
3/5
---
INFORMATION:
Reviewed by MINVAN
Review Film: The Bride!
Producers: Maggie Gyllenhaal, Emma Tillinger Koskoff, Talia Kleinhendler
Director: Maggie Gyllenhaal
Writer: Maggie Gyllenhaal
Production Companies: Warner Bros. Pictures
Cast: Jessie Buckley, Christian Bale, Peter Sarsgaard
Genre: Gothic, Thriller
Runtime: 2h 6m (126 min)
Age Rating: D17+
Release Date: 4 Maret 2026
Comments
Post a Comment