The Super Mario Galaxy Movie (2026) - Halah Film


SERU, PENUH WARNA, TAPI SEMRAWUT

--

Film ini kayak MinVan baru nonton kompilasi meme Reels Instagram yang disatuin jadi adventure-galaxy berdurasi 98 menit. Ritmenya cepet, padet, dan warna-warni. Setiap beberapa menit selalu ada hal baru, entah itu planet, karakter, cameo, atau sekadar referensi yang sengaja dilempar buat bikin fans Mario meragain meme nunjuknya Leonardo DiCaprio. Di film keduanya ini, ceritanya Mario dan Luigi punya ancaman lagi dari keluarganya Bowser, kali ini lewat Bowser Jr. yang pengen ngebebasin ayahnya. Jujur, menurut MinVan struktur ceritanya main aman. Banyak scene yang ada sebagai eksposisi antar-set piece, jadi cerita intinya malah jadi kepecah-pecah.


Kalau dari sisi visual, kayak yang udah MinVan bilang: penuh warna, color palette-nya meledak, dan hampir gak pernah ada warna pucet. Film kedua ini beneran memaksimalkan estetika luar angkasanya dan dibikin kayak level di game-nya, indah, tapi menurut MinVan terlalu padet sampai bingung mau fokus yang mana. Fan service-nya bejibun. Karakter kayak Rosalina, Yoshi, dan beberapa cameo juga muncul di sini dan kalian yang udah akrab sama dunia Mario, what a gift! Namun, hadiah yang bikin capek. Ceritanya lebih sering ngasih referensi dibanding ngasih pengembangan karakternya. Bisa MinVan bilang, “terlalu mengandalkan IP besar” (?) Namun, bagusnya mereka tau target audiens.


Film ini punya high energy, humornya ringan, dan banyak action kocak yang pastinya sangat enjoyable buat semua umur. Namun, MinVan kurang merasakan hal tersebut. Emosi di film ini gak jadi fokus utamanya. MinVan ngerasa film ini memang spektakuler secara visual, tapi dangkal secara rasa. Padahal, MinVan sangat enjoy sama film pertama. Film sebelumnya punya balance yang lebih kerasa antara fun dan hati. Ada momen yang bisa bikin MinVan beneran connect sama karakternya, bukan ikut arus adventure-nya. Di film ini, semuanya kerasa lebih besar dan cepet. Skalanya diperluas ke luar angkasa, visualnya makin ambisius, dan set piece-nya makin rame. Lomba heboh-hebohan, sih, ini jatuhnya. Capek.


Tapi ya, film ini tetap fun buat ditonton. MinVan masih suka sama Bowser. Karakternya punya presence yang kuat dan selalu berhasil bikin MinVan ketawa (walaupun cuma bentar). Di sisi lain, karakter baru kayak Bowser Jr., Princess Rosalina, dan Yoshi juga ngasih warna tambahan yang menarik, tapi belum kerasa maksimal. Ketiganya memperkaya dunia filmnya secara visual dan konsep. Koneksi sama MinVan belum terlalu kuat dan mereka kayak teaser buat eksplor film mereka berikutnya yang lebih besar. And, “BOWSER WILL RETURN IN AVENGERS: DOOMSDAY”. Sounds like a joke, tapi franchise ini emang gerak ke cinematic universe.


Kesimpulannya, The Super Mario Galaxy Movie adalah film yang seru, penuh warna, tapi semrawut. Film ini juga padet dan ngasih sebuah pengalaman yang kerasa kayak keterusan main game. Menarik, tapi melelahkan kalau terlalu lama. Buat MinVan, film ini punya nilai entertain yang tinggi, tapi kedalaman ceritanya terbatas. MinVan tetap lebih suka film pertama. Bukan berarti film kedua ini jelek. MinVan cuma ngerasa film ini terlalu sibuk buat pamer IP. Kalau film pertama punya cerita yang enjoyable, film kedua ini punya visual spektakuler dan ledakan ide lawas dibantu dengan cameo yang pantas. Give it a try. Siapa tau kalian lebih tahan sama chaos-nya daripada MinVan. Halah!

3/5

---

INFORMATION:
Reviewed by MINVAN
Review Film: The Super Mario Galaxy Movie
Producers: Christopher Meledandri, Shigeru Miyamoto
Director: Aaron Horvath, Michael Jelenic
Writer: Matthew Fogel
Production Companies: Universal Pictures
Cast: Chris Pratt, Anya Taylor-Joy, Charlie Day
Genre: Animation
Runtime: 1h 38m (98 min)
Age Rating: SU (Semua Umur)
Release Date: 1 April 2026

Comments

FILM PALING ASIK!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026) - Halah Film

One Battle After Another (2025) - Halah Film

Summer Pocket (2025) - Halah Anime